Close

Tata Kelola Perusahaan

Sebagai perusahaan publik, penerapan Tata Kelola Perusahaan adalah sebuah keniscayaan dan merupakan landasan bagi operasional Perseroan agar pengelolaan Perseroan dapat berjalan secara efisien, efektif dan profesional sehingga tercipta citra Perseroan yang positif serta dapat meningkatkan kinerja Perseroan secara optimal.

Perseroan secara konsisten mengoptimalkan penerapan Tata Kelola Perusahaan melalui penguatan infrastruktur untuk mencapai praktik terbaik, dengan melakukan penyesuaian sistem dan prosedur yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan agar semakin efektif.

Hal ini mengacu pada 4 (empat) prinsip dasar yang menjadi pedoman bagi setiap langkah yang diambil oleh Manajemen Perseroan atau karyawan di segala tingkatan organisasi. Keempat prinsip dasar ini adalah:

Transparansi
Transparansi merupakan komitmen untuk memastikan tersedianya informasi penting yang dapat diakses oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan. Informasi ini bisa berupa posisi keuangan Perseroan, manajemen dan struktur kepemilikan Perseroan. Semuanya harus tersedia secara akurat, jelas dan tepat waktu.

Akuntabilitas
Akuntabilitas menjamin adanya mekanisme, peran dan tanggung jawab sebuah manajemen profesional atas semua keputusan dan kebijakan yang diambil yang berdampak pada kegiatan-kegiatan operasional Perseroan.

Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah penjabaran yang jelas mengenai peran setiap pihak dalam meraih sasaran bersama, termasuk kepastian bahwa semua regulasi dan semua norma sosial telah dipenuhi.

Kelayakan
Kelayakan menjamin bahwa setiap keputusan dan kebijakan yang diambil diselaraskan dengan kepentingan pihak-pihak terkait, termasuk para pelanggan, pemasok, pemegang saham, investor dan publik pada umumnya.


RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ berkedudukan tertinggi dalam struktur tata kelola perusahaan di PT Metrodata Electronics Tbk (“Perseroan”). RUPS memiliki wewenang yang tidak dimiliki oleh organ tata kelola lainnya, khususnya dalam menentukan arah jangka panjang Perseroan serta dalam mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.

Pada tahun 2015 Perseroan menyelenggarakan dua kali RUPS, yaitu RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa, keduanya diselenggarakan pada tanggal 8 Juni 2015.

Ringkasan hasil-hasil RUPS yang diselenggarakan adalah sebagai berikut:

RUPS Tahunan

1. Memberikan persetujuan dan pengesahan atas Laporan Direksi mengenai jalannya usaha Perseroan dan tata usaha keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 serta persetujuan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan termasuk didalamnya Neraca dan Perhitungan Laba/Rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny-Deloitte Touche Tohmatsu Limited, dan persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan, laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014.

2. a. Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2014, yaitu:

(i) Mengkapitalisasi sebagian laba bersih Perseroan tahun buku 2014, yaitu sebanyak-banyaknya Rp 44.599.142.460 (empat puluh empat miliar lima ratus sembilan puluh sembilan juta seratus empat puluh dua ribu empat ratus enam puluh Rupiah) atau 24,8% (dua puluh empat koma delapan persen) dari Laba Bersih Perseroan untuk tahun buku 2014, dengan cara membagi Dividen Saham dengan rasio 35:1 yaitu 35 saham lama akan memperoleh 1 saham baru, sehingga jumlah dividen saham yang akan dibagikan adalah sebanyak-banyaknya 64.171.428 (enam puluh empat juta seratus tujuh puluh satu ribu empat ratus dua puluh delapan) saham baru;

(ii) Sebesar Rp 5.000.000.000 (lima miliar rupiah) atau 2,8% (dua koma delapan persen) dari Laba Bersih Perseroan tahun buku 2014 untuk digunakan
sebagai cadangan sesuai dengan UUPT;

(iii) Sisanya dicatat sebagai Laba Ditahan Perseroan.

b. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melakukan setiap dan semua tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan tersebut diatas termasuk tetapi tidak terbatas untuk mengatur lebih lanjut mengenai tata cara pembagian Dividen Saham, menentukan jumlah lembar saham yang akan dikeluarkan yang dianggap baik oleh Direksi Perseroan, membuat dan menandatangani segala dokumen yang diperlukan untuk pelaksanaan pembagian Dividen Saham.

3. Pemberian wewenang dan kuasa kepada Direksi.Perseroan dengan persetujuan Dewan Komisaris untukmenunjuk Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny – Deloitte Touche Tohmatsu Limited ataupun para penerus dan penggantinya atau Kantor Akuntan Publik Independen lainnya yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengaudit pembukuan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 serta memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan honorarium Akuntan Publik Independen tersebut berikut persyaratan lain penunjukannya.

4. a. Menyetujui dan mengangkat kembali:

  • CANDRA CIPUTRA, MBA, selaku Presiden Komisaris;
  • BEN ARISTARCHUS WIDYATMODJO, MBA, selaku Wakil Presiden Komisaris;
  • LULU TERIANTO, BCA, MM., selaku Komisaris Independen;
  • SUSANTO DJAJA, SE. MH, selaku Presiden Direktur;
  • Ir. AGUS HONGGO WIDODO, selaku Direktur;
  • Ir. SJAFRIL EFFENDI, selaku Direktur.

Dengan periode jangka waktu dan masa jabatan yang baru terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diselenggarakan di tahun 2020.

b. Menetapkan RANDY KARTADINATA. SE, sebagai Direktur Independen Perseroan sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diselenggarakan di tahun 2019.

c. Menetapkan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

  • Presiden Komisaris: CANDRA CIPUTRA, MBA;
  • Wakil Presiden Komisaris: BEN ARISTARCHUS WIDYATMODJO, MBA;
  • Komisaris Independen: LULU TERIANTO, BCA, MM.

Direksi:

  • Presiden Direktur: SUSANTO DJAJA, SE, MH;
  • Direktur: Ir. AGUS HONGGO WIDODO;
  • Direktur: Ir. SJAFRIL EFFENDI;
  • Direktur Independen: RANDY KARTADINATA SE.

d. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan, dengan hak substitusi, untuk menuangkan/menyatakan keputusan mengenai  susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan tersebut di atas dalam akta yang dibuat dihadapan Notaris, dan untuk selanjutnya memberitahukannya pada pihak yang berwenang, serta melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan tersebut sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

5. a. Menetapkan dan menyetujui honorarium serta tunjangan lainnya dari para anggota Dewan Komisaris Perseroan sebesar Rp.2.448.964.900 (dua miliar empat ratus empat puluh delapan juta sembilan ratus enam puluh empat ribu sembilan ratus rupiah) per tahun bruto untuk seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan;

b. Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menentukan gaji dan tunjangan anggota Direksi Perseroan beserta fasilitas-fasilitas lainnya.


RUPS Luar Biasa

(i) Menyetujui perubahan dan menyatakan kembali Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan;

(ii) Menyetujui perubahan dan menyatakan kembali Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka Perubahan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.J.1 Tentang Pokok Pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik;

(iii) Menyetujui perubahan pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dalam rangka pembagian dividen saham yang telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebelum Rapat ini;

(iv) Memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan tersebut, termasuk tetapi tidak terbatas untuk menyatakan/menuangkan keputusan-keputusan tersebut dalam akta-akta yang dibuat di hadapan Notaris, baik untuk masing-masing maupun keseluruhan keputusan tersebut, untuk mengubah dan/atau menyusun kembali seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan format Anggaran dasar yang ditetapkan oleh Direksi Perseroan, untuk menetapkan kepastian jumlah saham baru yang dikeluarkan dan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dalam rangka pembagian dividen saham tersebut termasuk untuk mengubah, menyusun dan menegaskan kembali ketentuan Pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar Perseroan dan susunan pemegang saham dalam akta-akta tersebut (bilamana diperlukan) sebagaimana yang disyaratkan oleh ketentuan perundang-undangan yang berlaku, untuk mengajukan permohonan persetujuan dan/atau menyampaikan pemberitahuan atas keputusan Rapat ini dan/atau perubahan Anggaran Dasar Perseroan kepada instansi yang berwenang, serta melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

DEWAN KOMISARIS

Dewan Komisaris adalah organ Perseroan yang bertugas melakukan fungsi pengawasan dan memberikan nasehat kepada Direksi dan bertanggung jawab secara kolektif kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Anggota Dewan Komisaris tidak mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari Perseroan selain remunerasi dan fasilitas lainnya yang ditetapkan oleh RUPS.

Seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki integritas dan kompetensi yang memadai sesuai dengan kebutuhan bisnis Perseroan.

Saat ini, Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari tiga anggota. Mereka adalah Presiden Komisaris, Wakil Presiden Komisaris, dan seorang Komisaris merangkap Komisaris Independen. Komisaris Independen berasal dari luar Perseroan, tidak memiliki saham baik langsung maupun tidak langsung dalam Perseroan dan tidak memiliki hubungan berelasi dengan Perseroan, anggota Dewan Komisaris lain, Direksi, ataupun Pemegang Saham Utama Perseroan, serta tidak memiliki hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan.

Dengan dikeluarkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, Perseroan selaku emiten berkewajiban untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dalam POJK tersebut khususnya untuk ketentuan pasal 35 mengenai kewajiban menyusun Pedoman dan Kode Etik Direksi dan Dewan Komisaris.

Saat ini Perseroan telah memiliki Pedoman Dewan Komisaris dengan garis besar sebagai berikut:

Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris:

  • Mengawasi kebijakan Direksi dalam menjalankan Perseroan dan memberi nasehat terhadap pelaksanaan tugas operasional Direksi;
  • Melakukan tugas tertentu sesuai dengan mandat Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas (UUPT) dan Anggaran Dasar Perseroan, dan/atau RUPS;
  • Mengkaji dan menandatangani Laporan Tahunan Perseroan;
  • Menetapkan dan mengevaluasi Indikator Kinerja Utama dari Direksi Perseroan.

Wewenang Dewan Komisaris:

  • Meneliti dan menelaah laporan tahunan yang dipersiapkan oleh Direksi serta menandatangani laporan tahunan tersebut;
  • Meminta keterangan/penjelasan dari Direksi dan/atau pejabat lainnya mengenai segala persoalan menyangkut Perseroan;
  • Mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan oleh Direksi;
  • Meminta Direksi dan/atau pejabat lainnya di bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri Rapat Dewan Komisaris;
  • Membentuk Komite Audit, Komite Remunerasi dan Nominasi, serta komite lainnya (jika dianggap perlu) dengan memperhatikan kemampuan Perseroan.

Pelaporan dan Pertanggungjawaban Dewan Komisaris:

Dewan Komisaris wajib mempertanggungjawabkan fungsi pelaksanaan tugasnya kepada Para Pemegang Saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham.

Dalam menjalankan tugas pengawasannya, Dewan Komisaris secara berkala mengadakan rapat-rapat, baik rapat internal maupun rapat dengan Direksi yang membahas kinerja Perseroan secara menyeluruh.

Jumlah rapat dan kehadiran Dewan Komisaris yang dilakukan di tahun 2015 adalah sebagai berikut:

Rapat Internal Dewan Komisaris

Peserta

Jumlah Rapat

Kehadiran

Candra Ciputra

Presiden Komisaris

6

5

Ben Aristharcus Widyatmodjo

Wakil Presiden Komisaris

6

6

Lulu Terianto

Komisaris Independen

6

6


Rapat antara Dewan Komisaris dengan Direksi

Peserta

Jumlah Rapat

Kehadiran

Candra Ciputra

Presiden Komisaris

4

3

Ben Aristharcus Widyatmodjo

Wakil Presiden Komisaris

4

4

Lulu Terianto

Komisaris Independen

4

4

Susanto Djaja

Presiden Direktur

4

4

Agus Honggo Widodo

Direktur

3

3

Sjafril Effendi

Direktur

4

3

Randy Kartadinata

Direktur Independen

4

4

 

Remunerasi untuk Dewan Komisaris ditetapkan oleh RUPS, sedangkan remunerasi untuk Direksi ditetapkan oleh Dewan Komisaris berdasarkan kuasa penuh dari RUPS, dengan mempertimbangkan hal hal berikut:

  • Ruang lingkup tugas masing-masing Direktur.
  • Hasil survei gaji yang dilakukan oleh konsultan independen.
  • Kemampuan Perseroan.

Pada tahun 2015, jumlah gaji dan tunjangan lainnya yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dan entitas anak adalah sebesar Rp 36.146 juta.


DIREKSI

Direksi adalah organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan, serta mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.

Anggota Direksi diangkat melalui RUPS untuk jangka waktu tertentu dan dapat diangkat kembali.

Saat ini Direksi Perseroan berjumlah empat orang yang terdiri dari seorang Presiden Direktur dan tiga orang Direktur. Agus Honggo Widodo, Direktur, bertanggung jawab atas pengelolaan Unit Bisnis Distribusi. Sjafril Effendi, Direktur, bertanggung jawab atas pengelolaan Unit Bisnis Solusi. Randy Kartadinata, Direktur Independen, bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan Perseroan.

Ketiga Direktur tersebut termasuk tiga fungsi Unit Kerja yaitu Departemen Audit Internal, Departemen Legal dan Divisi Sumber Daya Manusia melapor kepada Susanto Djaja, Presiden Direktur.

Dengan dikeluarkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, Perseroan selaku emiten berkewajiban untuk memenuhi ketentuan-ketentuan dalam POJK tersebut khususnya untuk ketentuan pasal 35 mengenai kewajiban menyusun Pedoman dan Kode Etik Direksi dan Dewan Komisaris.

Saat ini Perseroan telah memiliki Pedoman Direksi dengan garis besar sebagai berikut:

Tugas dan Tanggung Jawab Direksi:

  • Bertanggung jawab penuh dalam memimpin dan mengelola aset Perseroan;
  • Memimpin Perseroan untuk mencapai tujuan dan secara terus-menerus meningkatkan efisiensi Perseroan;
  • Menyiapkan rencana pengembangan Perseroan, rencana strategi jangka panjang, anggaran tahunan, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kegiatan usaha Perseroan;
  • Menerapkan Tata Kelola Perusahaan;
  • Menerapkan sistem pengawasan internal yang efektif.

Wewenang Direksi:

  • Membentuk dan mengangkat serta memberhentikan Sekretaris Perusahaan atau susunan unit kerja Sekretaris Perusahaan berikut penanggungjawabnya;
  • Mewakili Perseroan di dalam dan di luar Pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian, mengikat Perseroan dengan pihak lain dan pihak lain dengan Perseroan, serta menjalankan segala tindakan baik yang mengenai kepengurusan maupun kepemilikan, dengan pembatasan-pembatasan tertentu seperti yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Perseroan.

Pelaporan dan Pertanggungjawaban Direksi:

  • Direksi berkewajiban memberikan pelaporan atas semua isu atau hal penting yang terjadi di dalam Perseroan kepada semua anggota Direksi baik dalam Rapat Direksi maupun dalam pertemuan Direksi yang diadakan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan para anggota Direksi;
  • Direksi berkewajiban memberikan pelaporan atas hal-hal penting yang terjadi di dalam Perseroan kepada Dewan Komisaris baik melalui Rapat yang diadakan bersama antara Direksi dengan Dewan Komisaris, maupun pelaporan secara langsung oleh Direksi kepada Dewan Komisaris.

Direksi mengadakan rapat-rapat baik rapat internal maupun rapat dengan Dewan Komisaris untuk membahas perkembangan dan memutuskan kebijakan-kebijakan pengelolaan Perseroan.

Jumlah rapat dan kehadiran Direksi selama tahun 2015 adalah sebagai berikut:

Rapat Internal Direksi

Peserta

Jumlah Rapat

Kehadiran

Susanto Djaja

Presiden Direktur

4

4

Agus Honggo Widodo

Direktur

4

3

Sjafril Effendi

Direktur

4

3

Randy Kartadinata

Direktur Independen

4

4


Rapat antara Direksi dengan Dewan Komisaris

Peserta

Jumlah Rapat

Kehadiran

Susanto Djaja

Presiden Direktur

4

4

Agus Honggo Widodo

Direktur

4

3

Sjafril Effendi

Direktur

4

3

Randy Kartadinata

Direktur Independen

4

4

Candra Ciputra

Presiden Komisaris

4

3

Ben Aristharcus Widyatmodjo

Wakil Presiden Komisaris

4

4

Lulu Terianto

Komisaris Independen

4

4


Pada tahun 2015 anggota Direksi mengikuti sejumlah program pelatihan untuk mengembangkan kompetensi dan pengetahuannya, sejalan dengan kebutuhan Perseroan dan perkembangan terkini. Direksi juga ikut menghadiri berbagai konferensi yang diselenggarakan pihak Prinsipal dan memenuhi undangan pameran TIK di dalam dan luar negeri.

 

KOMITE AUDIT

Komite Audit merupakan organ Dewan Komisaris yang bertugas membantu tugas pengawasan Dewan Komisaris Perseroan dalam meningkatkan penerapan Tata Kelola Perusahaan di Perseroan.

Komite Audit Perseroan dibentuk berdasarkan Peraturan Bapepam-LK Nomor IX.I.5. Komite Audit membantu Dewan Komisaris dalam mengevaluasi kewajaran Laporan Manajemen yang disusun oleh Direksi dan mengidentifikasi berbagai masalah yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku dalam kegiatan yang dilakukan Perseroan.

Dalam melaksanakan tugasnya membantu Dewan Komisaris, Komite Audit berpedoman pada Piagam Komite Audit dan rencana kerja yang telah disusun.

Saat ini Komite Audit terdiri dari tiga orang, yang diketuai oleh Komisaris Independen dan dua orang anggota yang memiliki latar belakang pendidikan, kompetensi dan pengalaman di bidang audit yang memadai, yaitu:

LULU TERIANTO
Komisaris Independen merangkap Ketua Komite Audit

Memperoleh gelar Bachelor of Commerce and Administration dari Victoria University of Wellington, Selandia Baru pada tahun 1986 kemudian memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas Pelita Harapan di Jakarta pada tahun 2002. Memulai karirnya di National Bank of New Zealand pada tahun 1984, kemudian berkarir di berbagai perusahaan di Selandia Baru dan Jakarta, Indonesia. Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur dan Presiden Direktur dari Grup Harian Bisnis Indonesia. Beliau juga menjabat sebagai anggota Komite Audit di PT Metropolitan Kentjana Tbk dan PT Metropolitan Land Tbk. Diangkat sebagai Komisaris Independen Perseroan merangkap Ketua Komite Audit Perseroan pada tanggal 20 Juni 2012.

SELVIA WANRI
Anggota Komite Audit

Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Tarumanagara, Jakarta pada tahun 2003. Memulai karir di KAP Siddharta Siddharta & Widjaja (KPMG International) dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 dengan posisi terakhir Supervisor Auditor. Beliau bergabung dengan PricewaterhouseCoopers sebagai Manajer Internal Audit sejak tahun 2008 sampai dengan 2011. Saat ini beliau bekerja sebagai konsultan keuangan pada perusahaan swasta. Diangkat sebagai Anggota Komite Audit Perseroan pada tanggal 30 September 2013.

JIMMY CAKRANEGARA
Anggota Komite Audit

Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBII, Jakarta pada tahun 2003. Memulai karir di KAP Mitra Winata dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2003. Kemudian beliau bergabung dengan KAP Purwantono, Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) sejak tahun 2003 sampai dengan 2008 dan KAP Tjahjadi, Pradhono & Teramihardja (Morison International) sejak tahun 2008 sampai dengan 2011. Saat ini beliau bergabung dengan KAP Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (Crowe Horwath) sebagai Manajer Audit. Diangkat sebagai Anggota Komite Audit Perseroan pada tanggal 1 Agustus 2015.

Peserta

Jumlah Rapat

Kehadiran

Lulu Terianto

Komisaris Independen merangkap Ketua Komite Audit

5

5

Selvia Wanri

Anggota Komite Audit

5

5

Jimmy Cakranegara *)

Anggota Komite Audit

5

1

*) Pada bulan Agustus 2015, Jimmy Cakranegara diangkat menjadi anggota Komite Audit menggantikan Aria Kanaka.

Komite Audit juga senantiasa berkoordinasi dengan Audit Internal Perseroan untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan.

 

MANAJEMEN RISIKO

Perseroan memandang bahwa penerapan manajemen risiko dalam menjalankan bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pencapaian target kinerja Perseroan yang telah dicanangkan dan penerapan Tata Kelola Perusahaan secara menyeluruh.

Kualitas penerapan manajemen risiko yang efektif penting bagi Perseroan dalam menghadapi risiko usaha yang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal.

Perseroan telah melakukan identifikasi risiko berdasarkan bobot dampak risiko terhadap kegiatan usaha dan keuangan Perseroan untuk memastikan proses operasional yang efektif, efisien dan dapat diandalkan untuk mendukung strategi Perseroan serta mewujudkan Tata Kelola Perusahaan.

Berikut adalah daftar risiko usaha yang dihadapi oleh Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usahanya:

Risiko Persaingan Usaha
Dalam bidang usaha distribusi produk dan jasa TIK, Perseroan menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan bertambahnya pemain baru dan masing-masing pemain berusaha mempertahankan dan memperluas pangsa pasarnya. Apabila Perseroan gagal memperluas pangsa pasarnya dan meningkatkan pelayanannya kepada para pelanggan, kemampuannya dalam menghasilkan pendapatan atau laba akan menurun.

Risiko Terbatasnya Sumber Daya Manusia di Bidang TIK di Indonesia
Dalam merealisasikan rencana pengembangan usaha di bidang TIK, Perseroan mengandalkan pertumbuhan usahanya pada sumber daya manusia, yaitu keahlian dan keterampilan yang dimiliki oleh para eksekutif dan tenaga ahli yang bekerja di Perseroan. Apabila Perseroan tidak dapat mempertahankan eksekutif dan tenaga ahlinya, hal ini dapat mengakibatkan turnover karyawan yang tinggi. Selanjutnya, jika Perseroan gagal untuk merekrut penggantinya, maka hal ini akan mempengaruhi kinerja Perseroan sehingga dapat mengurangi pendapatan Perseroan.

Risiko Kompetisi dengan Sebagian Pelanggan
Sebagian besar penjualan perangkat keras Perseroan dilakukan melalui para reseller. Strategi Perseroan adalah memberikan akses pada para pembeli korporasi untuk melakukan transaksi pembelian langsung dengan Perseroan. Strategi ini menciptakan kompetisi bagi para reseller, yang sebenarnya merupakan pelanggan Perseroan sekaligus penjual pada pasar korporasi bagi produk-produk yang dijualnya. Strategi ini dapat memengaruhi hubungan dagang Perseroan dengan para reseller, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kinerja Perseroan dan mengurangi pendapatan Perseroan.

Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing
Beberapa produk TIK yang ditawarkan Perseroan merupakan produk-produk yang berasal dari prinsipal di luar negeri yang nilainya terkait dengan kurs valuta asing. Di samping itu, terdapat pinjaman Perseroan dalam valuta asing. Sehubungan dengan hal ini, apabila terjadi fluktuasi yang tajam pada nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah, maka hal tersebut akan memberikan pengaruh terhadap pendapatan dan kondisi keuangan Perseroan.