Sebuah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengatur badan usaha milik negara (BUMN) di Indonesia tidak memiliki cloud disaster recovery untuk sistem yang mendukung rekrutmen nasional dan alur kerja antarinstansi. PT Metrodata Electronics Tbk menghadirkan arsitektur hybrid di AWS dengan keamanan aplikasi tingkat enterprise.
|
11 menit 44 detik |
12 menit 9 detik |
~15 menit |
Layer 7 |
|
Waktu pemulihan server aplikasi |
Waktu pemulihan server database |
Recovery point (replikasi DRS asinkron) |
Keamanan aplikasi dan mitigasi DDoS ditambahkan |
Pelanggan merupakan sebuah lembaga pemerintah Indonesia yang bertanggung jawab atas regulasi dan pembinaan badan usaha milik negara (BUMN). Mandatnya mencakup mendorong transformasi, memperkuat tata kelola (governance), dan meningkatkan efisiensi operasional di seluruh portofolio perusahaan milik pemerintah. Organisasi ini mengoperasikan beberapa platform digital kritis dalam lingkungan hybrid, termasuk sistem rekrutmen nasional, platform pengelolaan program magang, dan aplikasi alur kerja bisnis terintegrasi yang terhubung langsung dengan berbagai BUMN. Sistem-sistem tersebut melayani pelamar dan perusahaan di seluruh Indonesia serta memerlukan infrastruktur yang aman, memiliki ketersediaan tinggi, dan tangguh.
Seiring organisasi memperluas layanan digitalnya untuk mendukung agenda transformasi BUMN di Indonesia, lingkungannya berkembang hingga mencakup sekitar 45 server on-premises yang menjalankan aplikasi terintegrasi, layanan Active Directory, dan konektivitas antarinstansi. Lingkungan tersebut sama sekali tidak memiliki kemampuan cloud-based disaster recovery. Gangguan pada lokasi on-premises dapat membutuhkan waktu hingga beberapa hari untuk dipulihkan, yang secara langsung mengganggu siklus rekrutmen, penempatan magang, serta alur kerja bisnis yang menghubungkan regulator dengan BUMN yang berada di bawah pengawasannya.
Risiko apabila kondisi ini tidak ditangani bersifat operasional sekaligus kelembagaan. Sebagai regulator pemerintah, organisasi ini akan menghadapi pengawasan yang wajar terhadap kecukupan perencanaan business continuity untuk sistem-sistem kritis sektor publik. Perlindungan pada application layer dan mitigasi distributed denial of service (DDoS) masih terbatas, sehingga platform pemerintah yang menghadap publik rentan terhadap serangan. Kemampuan pemantauan (monitoring) dan visibilitas juga terbatas sehingga memperlambat respons insiden dan analisis akar penyebab, yang berpotensi memperpanjang durasi gangguan. Selain itu, gangguan pada sistem rekrutmen dan program magang akan berdampak pada ribuan pelamar, dengan konsekuensi terhadap kepercayaan publik.
Oleh karena itu, organisasi ini membutuhkan lebih dari sekadar solusi backup. Organisasi memerlukan arsitektur hybrid cloud yang mampu menyediakan disaster recovery yang sesungguhnya di AWS, sekaligus terintegrasi dengan baik dengan lingkungan on-premises yang sudah ada, disertai manajemen identitas terpusat, segmentasi jaringan tingkat enterprise, keamanan application layer, layanan DNS, dan load balancing.
PT Metrodata Electronics Tbk, melalui anak perusahaannya PT Sinergi Transformasi Digital, merancang dan mengimplementasikan arsitektur hybrid-cloud disaster recovery yang aman di AWS. Lingkungan produksi tetap berada di on-premises, sedangkan AWS di Asia Pacific (Jakarta) Region berfungsi sebagai lokasi disaster recovery, dengan AWS Elastic Disaster Recovery menyediakan replikasi berkelanjutan di antara keduanya. Arsitektur ini memastikan seluruh data pemerintah yang direplikasi tetap berada di Indonesia.
Metrodata memulai dengan melakukan asesmen terhadap 45 server on-premises, memetakan dependensi aplikasi, titik integrasi Active Directory, dan kebutuhan konektivitas antarinstansi, kemudian menyepakati target pemulihan bersama pimpinan TI pelanggan. Arsitektur yang dihasilkan dibangun menggunakan AWS Control Tower untuk tata kelola multi-account, dengan tiga DRS VPC khusus dan struktur private subnet yang memisahkan area replication staging dari lingkungan pemulihan. AWS Transit Gateway memusatkan konektivitas antar account dan VPC, sementara Site-to-Site VPN menyediakan jalur replikasi terenkripsi dari pusat data on-premises ke AWS.
Pada tahap implementasi, Metrodata memasang AWS DRS replication agent di seluruh server on-premises dan mengonfigurasi replikasi berkelanjutan pada tingkat blok (continuous block-level replication) ke volume Amazon EBS di staging subnet. Server pemulihan disimpan sebagai launch configuration alih-alih running instance, mengikuti pola pilot light. Active Directory dan F5 firewall instance diimplementasikan sebagai EC2 instance yang berjalan secara persisten di dalam recovery VPC, sehingga layanan identitas dan inspeksi lalu lintas telah tersedia segera setelah proses pemulihan dijalankan, tanpa perlu dipulihkan terlebih dahulu. Keputusan desain ini menghilangkan salah satu ketergantungan melingkar (circular dependency) yang umum terjadi pada rencana pemulihan yang bergantung pada Active Directory.
Selain kemampuan disaster recovery, Metrodata juga mengimplementasikan teknologi F5 untuk inspeksi lalu lintas Layer 7, filtering, load balancing, dan mitigasi distributed denial of service (DDoS), guna mengatasi kerentanan pada application layer yang telah diidentifikasi selama asesmen. Sinkronisasi Active Directory juga diterapkan untuk menyediakan autentikasi dan kontrol akses yang konsisten di seluruh lingkungan hybrid, menggantikan pengelolaan identitas yang sebelumnya terpisah pada setiap aplikasi dengan manajemen identitas terpusat.
Metrodata menyediakan layanan pendukung pada kedua tahap implementasi. Sebelum implementasi, mitra melakukan asesmen, menyusun desain arsitektur yang mencakup replikasi, keamanan aplikasi, serta topologi failover dan failback, melaksanakan replikasi awal dan melakukan penyempurnaan mekanisme replikasi, serta menyusun rencana drill dan recovery runbook. Setelah implementasi, Metrodata menyediakan layanan monitoring berkelanjutan, managed support, dan validasi disaster recovery secara berkala, disertai prosedur terdokumentasi untuk pengelolaan replikasi dan operasi pemulihan, serta pelatihan bagi tim TI pelanggan.
Kemampuan pemulihan divalidasi melalui drill berdasarkan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Dua server—sebuah server aplikasi dan server database pendukungnya—dipulihkan dari lingkungan on-premises ke lingkungan AWS dan dipastikan beroperasi dengan baik. Server aplikasi berhasil dipulihkan dalam waktu 11 menit 44 detik, sedangkan server database dalam waktu 12 menit 9 detik, keduanya diukur sejak proses pemulihan dimulai hingga instance mencapai status running. Replikasi berjalan secara asinkron dengan recovery point terukur sekitar 15 menit (divalidasi melalui AWS DRS source-server dashboard), jauh di bawah target Tier 2 sebesar 30 menit. Akses aplikasi melalui AWS Network Load Balancer berhasil diverifikasi, dan pengujian fungsionalitas pada sistem yang dipulihkan dinyatakan berhasil. Seluruh empat kriteria keberhasilan tercatat telah terpenuhi.
Waktu pemulihan terukur selama 12 menit menggantikan kondisi sebelumnya, ketika pemulihan dari kegagalan on-premises membutuhkan waktu hingga beberapa hari. Bagi regulator pemerintah yang platform rekrutmen dan alur kerja antarinstansinya melayani ribuan pelamar dan seluruh BUMN dalam portofolionya, perbedaan tersebut merupakan pembeda antara sebuah insiden dan gangguan layanan (outage).
|
Indikator |
Sebelum |
Sesudah |
|
Kemampuan cloud disaster recovery |
Tidak ada |
Hybrid DR di AWS Jakarta |
|
Waktu pemulihan, terukur |
Hitungan hari, tanpa kemampuan yang terdefinisi |
11 menit 44 detik dan 12 menit 9 detik |
|
Recovery point |
Belum ditentukan |
~15 menit (replikasi DRS asinkron; target 30 menit) |
|
Keamanan application layer |
Terbatas |
Inspeksi F5 Layer 7 dan mitigasi DDoS |
|
Manajemen identitas |
Terpisah pada setiap aplikasi |
Sinkronisasi Active Directory terpusat |
|
Visibilitas operasional |
Monitoring terbatas |
Monitoring dan logging terpusat |
|
Tata kelola |
Satu lingkungan |
|
Hasil implementasi ini mengatasi setiap risiko yang telah diidentifikasi selama asesmen. Gangguan yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga beberapa hari untuk dipulihkan kini memiliki jalur pemulihan yang terukur sekitar dua belas menit per server, disertai runbook yang telah dilatih untuk dijalankan oleh tim pelanggan sendiri. Perlindungan application layer dan mitigasi denial of service kini melindungi platform pemerintah yang menghadap publik, yang sebelumnya hanya memiliki perlindungan terbatas. Manajemen identitas kini terpusat, bukan lagi terfragmentasi di setiap aplikasi, sementara monitoring menyediakan visibilitas yang sebelumnya tidak tersedia untuk mendukung respons insiden dan analisis akar penyebab. Sebagai regulator yang bertanggung jawab atas standar tata kelola di seluruh badan usaha milik negara (BUMN) di Indonesia, organisasi ini kini memiliki bukti business continuity yang terdokumentasi dan telah diuji untuk sistem-sistem kritisnya sendiri.
PT Metrodata Electronics Tbk (IDX: MTDL) merupakan salah satu penyedia solusi digital terkemuka di Indonesia sekaligus AWS Advanced Tier Services Partner yang dipercaya oleh lebih dari 200 organisasi di sektor layanan kesehatan, jasa keuangan, manufaktur, ritel, pertambangan, dan sektor publik dalam mengadopsi serta mengimplementasikan solusi cloud. Saat ini Metrodata memiliki AWS Migration and Modernization Competency serta AWS Glue Service Delivery designation, yang menunjukkan keahlian teknis tervalidasi dalam migrasi cloud, integrasi data, dan business continuity. Melalui anak perusahaan konsultasi dan integrasi sistemnya, PT Mitra Integrasi Informatika dan PT Sinergi Transformasi Digital, perusahaan memiliki tim khusus yang terdiri dari AWS Solutions Architect dan engineer bersertifikasi untuk mendukung pelanggan di seluruh Indonesia.
PT. Metrodata Electronics, Tbk.
APL Tower 37th Floor
Jl. Letjen S. Parman Kav. 28
Jakarta 11470
Contact Us:
P: (62-21) 2934 5888
F: (62-21) 2934 5899
E: info.metrodata@metrodata.co.id