Berita & Kegiatan

  • Share:



Indonesian Mining & Precious Metals Company Strengthens Disaster Recovery Compliance with AWS

Mining Industry

Tentang Pelanggan

Pelanggan merupakan salah satu perusahaan sektor publik terbesar di Indonesia yang beroperasi di sektor pertambangan dan ritel logam mulia (emas, perak, dan perunggu). Sebagai perusahaan yang terafiliasi dengan negara dan memiliki operasi di seluruh Indonesia, perusahaan ini mengelola aset pertambangan yang luas serta jaringan ritel yang melayani jutaan pelanggan di berbagai wilayah. Operasional bisnisnya sangat bergantung pada sistem TI yang stabil, aman, dan memiliki ketersediaan tinggi untuk mendukung transaksi keuangan bervolume besar, pengelolaan inventaris, dan pelaporan regulasi.

Tantangan Pelanggan

Sebagai entitas sektor publik yang diatur secara ketat, pelanggan menghadapi tekanan yang semakin besar untuk memenuhi persyaratan kepatuhan industri yang ketat terkait disaster recovery (DR). Perusahaan diwajibkan oleh regulasi untuk membangun Disaster Recovery Center (DRC) dengan lingkungan sekunder yang terpisah secara geografis guna mengurangi risiko single point of failure.

Namun, pendekatan DR yang dimiliki pelanggan saat itu sepenuhnya masih berbasis on-premise:

  • Data center utama dan data center DR sama-sama berada di lingkungan on-premise dalam wilayah metropolitan yang sama
  • Kedua fasilitas memiliki paparan terhadap risiko regional yang sama (bencana alam, kegagalan jaringan listrik, banjir)
  • Situs “sekunder” tersebut tidak memberikan redundansi geografis yang sesungguhnya
  • Pemeliharaan infrastruktur memerlukan belanja modal yang signifikan untuk perangkat keras yang kurang dimanfaatkan

Di luar keterbatasan arsitektur tersebut, pelanggan juga menghadapi risiko bisnis yang signifikan apabila tantangan ini tidak ditangani:

  • Sanksi akibat ketidakpatuhan regulasi — termasuk potensi denda, pembatasan operasional, dan kerusakan reputasi di mata pemangku kepentingan pemerintah
  • Perkiraan dampak pendapatan sekitar USD 50.000–100.000 per jam downtime saat periode perdagangan logam mulia dan transaksi ritel dengan volume tinggi
  • Recovery Time Objective (RTO) sebesar 8–12 jam — terbatas oleh proses failover manual dan hardware cold standby di situs DR on-premise
  • Recovery Point Objective (RPO) sebesar 4–6 jam — terbatas oleh jadwal backup harian dan replikasi batch ke fasilitas DR on-premise
  • Belanja modal yang tinggi — situs DR on-premise memerlukan server, storage, jaringan, dan biaya fasilitas khusus, tetapi sebagian besar tetap menganggur
  • Risiko single point of failure tetap ada — kedua situs on-premise memiliki paparan terhadap bencana regional yang sama (gempa bumi, banjir, pemadaman listrik)
  • Kesiapan DR yang belum teruji — simulasi DR penuh memerlukan biaya besar dan mengganggu operasional, sehingga pengujian jarang dilakukan dan tingkat keyakinan operasional rendah

Jika tidak ditangani, perusahaan akan tetap berada dalam kondisi tidak patuh terhadap regulasi industri, sekaligus mengekspos operasi berskala nasional yang kritikal terhadap risiko operasional, finansial, dan regulasi yang tidak dapat diterima.

Solusi Mitra

PT Metrodata Electronics Tbk, AWS Advanced Tier Services Partner, merancang dan mengimplementasikan solusi Disaster Recovery berbasis cloud menggunakan AWS Elastic Disaster Recovery (AWS DRS) dengan strategi Pilot Light, yang diterapkan di region AWS Asia Pacific (Jakarta) (ap-southeast-3). Solusi ini sepenuhnya menggantikan fasilitas DR on-premise milik pelanggan.

Bagaimana solusi ini dihadirkan: Metrodata mengikuti metodologi terstruktur dalam lima tahap untuk memastikan kepatuhan regulasi, kesiapan operasional, dan tanpa gangguan pada sistem produksi:

  1. Tahap Assessment & Compliance Mapping: Metrodata melakukan penilaian mendetail terhadap lebih dari 150 server kritikal milik pelanggan, dependensi aplikasi, serta keterbatasan DR on-premise yang ada. Tim memetakan kewajiban kepatuhan tertentu ke kontrol teknis DR, sekaligus menetapkan target RPO dan RTO yang selaras dengan ekspektasi regulasi.
  2. Tahap Perancangan Arsitektur: Metrodata merancang arsitektur yang tangguh menggunakan deployment Multi-AZ di tiga Availability Zone dalam region Jakarta — menghadirkan pemisahan geografis yang nyata yang tidak dapat disediakan oleh situs DR on-premise. AWS Transit Gateway dengan topologi Hub-and-Spoke dipilih untuk memusatkan konektivitas, meningkatkan keamanan, dan menyederhanakan pengelolaan jaringan di berbagai VPC.
  3. Tahap Deployment & Replikasi: Metrodata menerapkan agen AWS DRS di seluruh server pelanggan, mengonfigurasi replikasi berkelanjutan ke volume Amazon EBS, serta membangun lingkungan Pilot Light di mana komponen inti sistem direplikasi secara minimal dan dapat dengan cepat ditingkatkan skalanya saat terjadi bencana. Seluruh workload dan data ditempatkan di AWS Jakarta Region untuk memastikan kepatuhan terhadap data sovereignty — sekaligus sepenuhnya menggantikan fasilitas DR on-premise.
  4. Tahap Validasi & Pelaksanaan Simulasi DR: Metrodata menjalankan dua simulasi DR penuh, memvalidasi peningkatan target RPO dan RTO, mendokumentasikan runbook, serta mengotomatisasi proses failover/failback. Tim juga melatih staf TI internal pelanggan mengenai prosedur cloud DR.
  5. Tahap Serah Terima Operasional & Managed Support: Setelah implementasi, Metrodata menyediakan managed support, monitoring, dan pelaksanaan simulasi DR dua kali setahun (2x per tahun) dengan failover dan failback otomatis untuk menjaga kesiapan operasional secara berkelanjutan — menghilangkan kebutuhan simulasi mahal dan mengganggu seperti pada model DR on-premise.

Layanan AWS utama yang digunakan: AWS Elastic Disaster Recovery (DRS), Amazon EC2, Amazon EBS, Amazon VPC, AWS Transit Gateway, AWS Organizations, AWS IAM, dan Amazon CloudWatch.

Hasil dan Manfaat

Setelah implementasi, solusi ini kini telah berjalan di lingkungan produksi dan memberikan hasil bisnis, kepatuhan, serta operasional yang terukur — menggantikan fasilitas DR on-premise pelanggan dengan arsitektur modern berbasis cloud.

Metrik

Sebelum (DR On-Premise)

Sesudah (AWS DRS)

Peningkatan

Recovery Point Objective (RPO)

4–6 jam (backup harian)

30 menit (replikasi berkelanjutan)

Peningkatan 88–92%

Recovery Time Objective (RTO)

8–12 jam (failover manual)

4 jam (otomatis)

Peningkatan 50–67%

Pemisahan geografis

Wilayah metro yang sama (risiko regional bersama)

3 Availability Zone

Redundansi geografis yang sesungguhnya

Model biaya infrastruktur DR

CapEx tinggi (hardware menganggur)

OpEx, pay-as-you-go (Pilot Light: 10–15% dari produksi)

Penghematan biaya 85–90% dibanding DR on-premise

Frekuensi simulasi DR

1x per tahun (mahal, mengganggu)

2x per tahun (otomatis, tidak mengganggu)

Peningkatan 100% dengan upaya lebih rendah

Status kepatuhan DR

Berisiko tidak patuh

Sepenuhnya patuh

Siap untuk audit

Otomatisasi failover

Manual, rawan kesalahan

Otomatis

Mengurangi human error

Data sovereignty

On-premise (patuh)

Hanya di Jakarta Region

Kepatuhan tetap terjaga

Manfaat bisnis spesifik yang dicapai:

  • Kepatuhan regulasi terpenuhi sepenuhnya — Perusahaan kini memenuhi persyaratan DRC industri dengan kapabilitas DR yang terdokumentasi, teruji, dan melampaui keterbatasan on-premise
  • Pencapaian SLA yang konsisten — RPO 30 menit (meningkat dari 4–6 jam) dan RTO 4 jam (meningkat dari 8–12 jam) berhasil divalidasi melalui simulasi DR dua kali setahun
  • Redundansi geografis yang sesungguhnya — Arsitektur Multi-AZ di tiga Availability Zone menghilangkan paparan risiko regional bersama seperti pada model DR on-premise sebelumnya
  • Efisiensi biaya — Pendekatan Pilot Light hanya mengonsumsi 10–15% dari biaya lingkungan produksi, dibanding fasilitas DR on-premise sebelumnya yang membutuhkan 50–70% CapEx produksi untuk hardware yang menganggur. Hal ini merepresentasikan sekitar penghematan biaya 85–90% dibanding mempertahankan kapasitas DR on-premise yang setara
  • Menghilangkan belanja modal — Tidak perlu lagi membeli server, storage array, atau perangkat jaringan untuk fasilitas DR siaga yang tidak aktif digunakan
  • Kepercayaan diri operasional — Simulasi DR otomatis yang rutin (2x per tahun) menggantikan simulasi on-premise yang mahal dan mengganggu; tim TI kini dapat menjalankan failover dengan lebih percaya diri
  • Menurunkan paparan risiko — DR berbasis cloud menghilangkan single point of failure yang berkaitan dengan jaringan listrik lokal, banjir, gempa bumi, dan bencana regional lainnya
  • Platform yang mudah digunakan & skalabel — AWS menyediakan pengelolaan yang lebih sederhana serta fleksibilitas untuk scale up seiring pertumbuhan kebutuhan bisnis, tanpa perlu upgrade besar-besaran

Dengan memanfaatkan AWS Elastic Disaster Recovery, pelanggan berhasil bertransformasi dari model DR on-premise dengan redundansi geografis terbatas, waktu pemulihan yang lambat, dan biaya modal yang tinggi menjadi lingkungan DR berbasis cloud yang sepenuhnya patuh, tangguh, dan efisien secara biaya — mendukung keberlangsungan bisnis jangka panjang bagi perusahaan sektor publik berskala nasional yang signifikan ini.

Tentang Mitra

PT Metrodata Electronics Tbk (IDX: MTDL) adalah salah satu penyedia solusi digital terkemuka di Indonesia dan merupakan AWS Advanced Tier Services Partner, yang dipercaya oleh lebih dari 200 perusahaan dari berbagai industri dalam mengadopsi dan mengimplementasikan solusi cloud. Saat ini Metrodata memiliki designation AWS Migration and Modernization Competency dan AWS Glue Service Delivery, yang menunjukkan keahlian teknis tervalidasi dalam migrasi cloud, integrasi data, dan disaster recovery. Tim arsitek dan engineer AWS bersertifikasi dari perusahaan ini mendukung pelanggan di sektor publik, pertambangan, ritel, jasa keuangan, dan manufaktur di seluruh Indonesia.


Tanggal Studi Kasus: Januari 2025 (Proyek telah selesai dan berjalan di produksi)
Region Deployment: Asia Pacific — Jakarta (ap-southeast-3)
Tipe Pelanggan: Perusahaan sektor publik terkemuka di Indonesia di bidang pertambangan dan logam mulia (anonim atas permintaan pelanggan)
Kondisi Sebelumnya: Data center utama on-premise + fasilitas DR on-premise (wilayah metro yang sama)

Back To List
Metrodata logo

PT. Metrodata Electronics, Tbk.

APL Tower 37th Floor 
Jl. Letjen S. Parman Kav. 28
Jakarta 11470

Contact Us:

P: (62-21) 2934 5888
F: (62-21) 2934 5899
E: info.metrodata@metrodata.co.id

social media