Pelanggan adalah sebuah organisasi pemerintah di Indonesia yang bertanggung jawab dalam mengatur dan mengelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Organisasi ini berfokus pada percepatan transformasi, peningkatan tata kelola, serta penguatan efisiensi operasional di lingkungan perusahaan milik negara.
Organisasi tersebut mengoperasikan sejumlah platform digital kritikal dalam lingkungan hybrid, termasuk sistem rekrutmen, platform pengelolaan program magang, serta aplikasi alur kerja bisnis terintegrasi yang terhubung dengan berbagai BUMN. Aplikasi-aplikasi ini mendukung operasional sektor publik yang penting dan memerlukan infrastruktur yang aman, memiliki ketersediaan tinggi, serta tangguh terhadap gangguan.
Seiring berkembangnya layanan digital dan ekosistem aplikasi untuk mendukung agenda transformasi BUMN di Indonesia, organisasi menghadapi kebutuhan yang semakin besar akan infrastruktur yang aman dan resilien untuk mendukung beban kerja pemerintahan yang bersifat mission-critical.
Lingkungan TI yang ada terdiri dari sekitar 45 server on-premises yang mendukung berbagai aplikasi terintegrasi, layanan Active Directory, serta kebutuhan konektivitas antar kementerian dan lembaga.
Organisasi membutuhkan arsitektur hybrid cloud yang komprehensif untuk mendukung kemampuan Disaster Recovery (DR) di AWS, sekaligus mempertahankan integrasi yang mulus dengan infrastruktur on-premises yang sudah ada. Selain itu, organisasi juga memerlukan:
guna memastikan operasional yang aman dan berkelanjutan.
Tanpa arsitektur Disaster Recovery dan keamanan yang modern, organisasi menghadapi sejumlah risiko signifikan:
Tanpa kemampuan DR berbasis cloud, gangguan pada lingkungan on-premises dapat membutuhkan waktu pemulihan hingga berhari-hari, yang berdampak langsung pada proses rekrutmen, penempatan peserta magang, dan alur kerja bisnis antar-BUMN.
Sebagai lembaga pemerintah yang mengawasi BUMN, organisasi berpotensi menghadapi sorotan terkait kurang memadainya perencanaan keberlangsungan bisnis (business continuity) untuk aplikasi sektor publik yang kritis.
Keterbatasan perlindungan pada lapisan aplikasi dan mitigasi serangan DDoS meningkatkan risiko serangan siber, kebocoran data, maupun gangguan layanan.
Keterbatasan kemampuan monitoring dan visibilitas sistem dapat memperlambat proses investigasi serta analisis akar masalah, sehingga memperpanjang waktu pemulihan.
Gangguan pada sistem rekrutmen dan program magang dapat memengaruhi ribuan pelamar dan menurunkan kepercayaan publik terhadap tata kelola BUMN.
Apabila tidak ditangani, organisasi akan tetap rentan terhadap downtime berkepanjangan, insiden keamanan, dan kegagalan operasional pada berbagai layanan digital pemerintah.
PT Metrodata Electronics Tbk (Metrodata), sebagai AWS Advanced Tier Services Partner, merancang dan mengimplementasikan arsitektur Disaster Recovery berbasis hybrid cloud yang aman di AWS guna memperkuat ketahanan operasional, postur keamanan, dan kapabilitas keberlangsungan bisnis pelanggan.
Metrodata menerapkan metodologi lima fase yang terstruktur untuk memastikan keamanan, kepatuhan, dan kesiapan operasional.
Metrodata melakukan proses discovery secara mendalam terhadap:
Bersama tim TI pelanggan, Metrodata menetapkan target:
Metrodata merancang arsitektur Disaster Recovery hybrid cloud dengan pendekatan:
Desain solusi mencakup:
Metrodata mengimplementasikan agen AWS DRS pada seluruh 45 server on-premises pelanggan dan mengonfigurasi replikasi berkelanjutan ke AWS Region Asia Pacific (Jakarta).
Selain itu, Metrodata juga mengimplementasikan solusi keamanan F5 untuk:
Sinkronisasi Active Directory juga diterapkan untuk menyediakan autentikasi dan kontrol akses yang konsisten di seluruh lingkungan hybrid.
Metrodata melaksanakan:
Setelah implementasi selesai, Metrodata memberikan:
untuk memastikan kesiapan operasional tetap terjaga setiap saat.
Setelah implementasi, solusi telah berjalan di lingkungan produksi dan memberikan hasil yang terukur dari sisi bisnis, keamanan, serta operasional.
|
Metrik |
Sebelum |
Sesudah |
Peningkatan |
|
Recovery Point Objective (RPO) |
Tidak terdefinisi |
< 1 jam |
Target tercapai |
|
Recovery Time Objective (RTO) |
Berhari-hari |
< 1 jam |
Target tercapai |
|
Server On-Premises yang Terlindungi |
0 |
45 server |
100% terlindungi |
|
Keamanan Lapisan Aplikasi |
Dasar |
Proteksi Layer 7 + DDoS |
Kelas enterprise |
|
Manajemen Identitas |
Terpisah per aplikasi |
Sinkronisasi Active Directory terpusat |
Lebih efisien |
|
Visibilitas Operasional |
Terbatas |
Monitoring & logging terpusat |
Identifikasi masalah lebih cepat |
|
Ketersediaan Sistem Rekrutmen |
Baseline |
30% lebih cepat |
Pengalaman pengguna meningkat |
|
Kapasitas Rekrutmen |
Baseline |
>150% peningkatan |
Dampak bisnis langsung |
Organisasi kini memiliki arsitektur Disaster Recovery hybrid cloud yang tervalidasi dengan RPO dan RTO di bawah satu jam, menggantikan kondisi sebelumnya yang tidak memiliki target pemulihan yang jelas.
Seluruh 45 server on-premises yang mendukung sistem rekrutmen, pengelolaan magang, dan alur kerja antar-BUMN kini direplikasi secara berkelanjutan ke AWS.
Perlindungan Layer 7 dari F5 menyediakan kemampuan inspeksi trafik, filtering, load balancing, dan mitigasi DDoS yang sebelumnya terbatas atau belum tersedia.
Sinkronisasi Active Directory terpusat memungkinkan autentikasi dan kontrol akses yang konsisten di seluruh lingkungan hybrid sekaligus mengurangi beban administrasi.
Kemampuan monitoring dan logging terpusat memungkinkan tim TI mendeteksi serta merespons potensi masalah secara proaktif sebelum berdampak pada layanan.
Ketersediaan sistem rekrutmen meningkat hingga 30%, memungkinkan proses seleksi dan pengelolaan pelamar berjalan lebih cepat.
Selain itu, organisasi berhasil meningkatkan tingkat keberhasilan rekrutmen lebih dari 150%, yang secara langsung mendukung agenda transformasi BUMN dan penguatan akuisisi talenta.
Sistem rekrutmen, platform magang, dan layanan internal kini mampu mempertahankan kontinuitas operasional saat terjadi gangguan yang tidak terduga.
Solusi ini menyediakan platform yang skalabel dan siap mendukung berbagai inisiatif transformasi digital organisasi di masa mendatang.
Dengan memanfaatkan AWS Elastic Disaster Recovery (DRS) dan arsitektur hybrid cloud, pelanggan berhasil bertransformasi dari lingkungan on-premises yang rentan tanpa kemampuan Disaster Recovery berbasis cloud menjadi infrastruktur yang aman, resilien, dan memenuhi kebutuhan tata kelola. Solusi ini memastikan keberlangsungan operasional aplikasi pemerintahan yang bersifat mission-critical sekaligus mendukung agenda transformasi BUMN di Indonesia.
PT Metrodata Electronics Tbk (IDX: MTDL) merupakan salah satu penyedia solusi digital terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dalam bidang:
Sebagai AWS Advanced Tier Services Partner, Metrodata membantu perusahaan dan organisasi pemerintah dalam merancang, mengimplementasikan, serta mengoperasikan lingkungan cloud AWS yang aman, skalabel, dan resilien.
Metrodata saat ini telah meraih:
yang menunjukkan keahlian teknis terverifikasi dalam migrasi cloud, integrasi data, dan solusi Disaster Recovery.
Perusahaan menyediakan layanan end-to-end mulai dari konsultasi, migrasi, hingga dukungan operasional dan managed cloud services untuk berbagai industri di Indonesia.
Tanggal Studi Kasus: Januari 2025 (proyek selesai dan telah berjalan di lingkungan produksi)
Region Deployment: Asia Pacific – Jakarta (ap-southeast-3)
Opportunity ID: O14291674
Jenis Pelanggan: Organisasi Pemerintah Indonesia (Regulator BUMN) – anonim atas permintaan pelanggan
Kondisi Sebelumnya: Lingkungan produksi utama berbasis on-premises tanpa kapabilitas Disaster Recovery berbasis cloud.
PT. Metrodata Electronics, Tbk.
APL Tower 37th Floor
Jl. Letjen S. Parman Kav. 28
Jakarta 11470
Contact Us:
P: (62-21) 2934 5888
F: (62-21) 2934 5899
E: info.metrodata@metrodata.co.id